Religious Myspace Comments

Rabu, 28 November 2012

PENJELASAN TENTANG KERENTANAN DALAM SISTEM

Dari pengalaman berbagai organisasi, salah satu hal yang dibutuhkan dalam pemanfaatan system informasi adalah bagaimana setiap organisasi dapat memastikan bahwa sistem informasi yang ada memiliki sistem pengamanan dan pengendalian yang memadai. Penggunaan system informasi di organisasi bukannya tanpa risiko. Penggunaan atau akses yang tidak sah, perangkat lunak yang tidak berfungsi, kerusakan pada perangkat keras, gangguan dalam komunikasi, bencana alam, dan kesalahan yang dilakukan oleh petugas merupakan beberapa contohbetapa rentannya sistem informasi menghadapi berbagai risiko dan potensi risiko yang kemungkinan timbul dari penggunaan sistem informasi yang ada. Beberapa hal yang menjadi tantangan manajemen menghadapi berbagai risiko dalam penggunaan sistem informasi yaitu:A. Bagaimana merancang sistem yang tidak mengakibatkan terjadinya pengendalian yang berlebih (overcontrolling) atau pengendalian yang terlalu lemah (undercontrolling).B. Bagaimana pemenuhan standar jaminan kualitas (quality assurance) dalam aplikasi sistem informasi. Mengapa sistem informasi begitu rentan? Data yang disimpan dalam bentuk elektronis umumnya lebih mudah atau rawan sekali terhadap ancaman atau gangguan yang mungkin timbul, dibanding jika data tersebut disimpan secara manual. Beberapa ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi dan berpengaruh terhadap sistem informasi, adalah sebagai berikut:1. Kerusakan perangkat keras.2. Perangkat lunak tidak berfungsi.3. Tindakan-tindakan personal.4. Penetrasi akses ke terminal.5. Pencurian data atau peralatan.6. Kebakaran.7. Permasalahan listrik.8. Kesalahan-kesalahan pengguna.9. Program berubah.10. Permasalahan-permasalahan telekomunikasi.Kemajuan dalam telekomunikasi dan perangkat lunak dan keras computer secara signifikan juga memberikan kontribusi atas meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap sistem informasi. Melalui jaringan telekomunikasi, informasi disebarkan atau dihubungkan ke berbagai lokasi. Kemungkinan adanya akses yang tidak sah, gangguan atau kecurangan dapat saja terjadi baik di satu atau beberapa lokasi yang terhubung. Semakin kompleksnya perangkat keras juga menciptakan kemungkinan terjadinya peluang untuk penetrasi dan manipulasi penggunaan sistem informasi. Pertumbuhan dan penggunaan yang pesat internet dalam berbagai aktivitas juga mengundang timbulnya berbagai gangguan terhadap system informasi. Dua hal yang menjadi perhatian di sini adalah masalah hackers dan virus. Hacker adalah seseorang yang melakukan akses yang tidak sah ke jaringan komputer untuk tujuan mencari keuntungan, kriminal, atau hanya untuk sekedar kesenangannya. Sedangkan virus adalah program yang mengganggu dan merusak file yang ada dalam komputer, serta sulit untuk dideteksi. Virus ini dapat cepat sekali menyebar, menghancurkan file, dan mengganggu pemrosesan dan memory sistem informasi. Umumnya, untuk mencegah penyebaran virus yang menyerang, digunakan program khusus anti virus yang didesain untuk mengecek sistem computer dan file yang ada dari kemungkinan terinfeksi oleh virus komputer. Seringkali, anti virus ini mampu untuk mengeliminasi virus dari area yang terinfeksi. Namun, program antivirus ini hanya dapat untuk mengeliminasi atas virus-virus komputer yang sudah ada. Oleh karenanya, para pengguna komputer disarankan untuk secara berkala memperbarui program anti virus mereka. Semakin meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap teknologi informasi telah membuat para pengembang dan pengguna system informasi untuk menempatkan perhatian yang khusus, terutama terhadap permasalahan-permasalahan yang dapat menjadi kendala untuk penggunaan sistem informasi secara memadai. Paling tidak ada 3 hal yang menjadi perhatian khusus di sini, yaitu:1. Bencana (disaster)Perangkat keras komputer, program-program, file-file data, dan peralatan-peralatan komputer lain dapat dengan seketika hancur oleh karena adanya bencana, seperti: kebakaran, hubungan arus pendek (listrik), tsunami, dan bencana-bencana lainnya. Jika bencana inimenimpa, mungkin perlu waktu bertahun-tahun dan biaya yang cukup besar (jutaan dan bahkan mungkin milyaran rupiah) untuk merekonstruksi file data dan program komputer yang hancur. Oleh karenanya, untuk pencegahan atau meminimalkan dampak dari bencana, setiap organisasi yang aktivitasnya sudah memanfaatkan teknologi informasi biasanya sudah memiliki:a. Rencana Kesinambungan Kegiatan (pada perusahaan dikenal dengan Bussiness Continuity Plan) yaitu suatu fasilitas atau prosedur yang dibangun untuk menjaga kesinambungan kegiatan/layanan apabila terjadi bencanab. Rencana Pemulihan Dampak Bencana “disaster recovery plan”, yaitu fasilitas atau prosedur untuk memperbaiki dan/atau mengembalikan kerusakan/dampak suatu bencana ke kondisi semula. Disaster recovery plan ini juga meliputi kemampuan untuk prosedur organisasi dan “back up” pemrosesan, penyimpanan, dan basis data.2. Sistem Pengamanan (security) Merupakan kebijakan, prosedur, dan pengukuran teknis yangdigunakan untuk mencegah akses yang tidak sah, perubahan program, pencurian, atau kerusakan fisik terhadap sistem informasi. Sistem pengamanan terhadap teknologi informasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik-teknik dan peralatan-peralatan untuk mengamankan perangkat keras dan lunak komputer, jaringan komunikasi, dan data.3. Kesalahan (errors)Komputer dapat juga menyebabkan timbulnya kesalahan yang sangat mengganggu dan menghancurkan catatan atau dokumen, sertaaktivitas operasional organisasi. Kesalahan (error) dalam sistem yang terotomatisasi dapat terjadi di berbagai titik di dalam siklus prosesnya, misalnya: pada saat entri-data, kesalahan program, operasional komputer, dan perangkat keras.Kerentanan dan Penyalahgunaan system Ketika sejumlah data penting dalam bentuk digital, maka data tersebut rentan terhadap berbagai jenis ancaman, dari pada data yang tersimpan secara manual. ancaman-ancaman tersebut bisa saja berasal dari faktor teknis, organisasi, dan lingkungan yang diperparah oleh akibat keputusan manajemen yang buruk.Bagi perusahaan atau individu di dalam menyimpan data-data penting yang menyangkut privasi atau kerahasiaan perusahaan, apalagi perusahaan yang menggunakan web, sangat rentan terhadap penyalahgunaan, karena pada dasarnya web mempunyai akses yang sangat luas dan dapat diakses oleh semua orang, membuat sistem perusahaan dengan mudah mendapat serangan yang pada umumnya berasal dari pihak luar, seperti hacker. seorang hacker adalah seseorang yang ingin mendapatkan akses secara tidak sah dari suatu sistem komputer, dan biasanya hacker ini memiliki maksud kriminal dengan tujuan tertentu, seperti karena tujuan keuntungan , kejahatan atau kesenangan pribadi. Aktivitas hacker tidak hanya terbatas menyusup ke dalam sistem, tetapi juga mencuri barang dan informasi dalam dan bisa merusak sistem melalui serangan, diantaranya serangan DoS (Distributed Denial-of-Service),yaitu jaringan serangan penolakan layanan terdistribusi yang menggunakan ribuan komputer untuk membanjiri jaringan sasaran. DoS seringkali membuat situs mati dan tidak dapat diakses oleh pengguna yang sah.Bagi perusahaan dengan jaringan Wi-Fi, tidak menjamin terlepas dari para penyusup yang dengan mudah menggunakan program-program sniffer dan spoofing untuk mendapatkan alamat untuk mengakses tanpa izin, yang memungkinkan hacker mampu mencuri informasi berharga dari jaringan manapun, termasuk pesan e-mail, file serta laporan penting perusahaan. Kerusakan sistem informasi juga bisa terjadi karena adanya peranti lunak yang berbahaya, seperti virus komputer yang menempelkan diri ke program lainnya tanpa sepengetahuan dan seizin pengguna. Ancaman lainnya yatu worn (cacing) yang mengakibatkan kehancuran data dan program serta bisa menghentikan kerja jaringan komputer. Trojan Horse adalah program peranti lunak yang dianggap tidak terlalu berbahaya, tetapi bisa menjadi jalan bagi virus lainnya untuk masuk ke dalam sistem komputer, dan spyware adalah peranti lunak berbahaya yang memasang diri secara sembunyi-sembunyi di komputer untuk memantau kegiatan penelusuran web oleh pengguna komputer. Kejahatan dalam sistem informasi juga meliputi pencurian identitas, seperti yang dilakukan oleh pelaku phishing, yang membuat situs palsu atau mengirim pesan e-mail yang mirip dengan pesan yang berasal dari perusahaan yang sah. Dengan maksud untuk meminta pengguna mengisi data pribadi mereka yang sangat rahasia, seperti no rekening pribadi pengguna. Selain itu, pengguna akhir dalam sistem informasi juga dapat melakukan kesalahan. Kita cenderung berpikir bahwa ancaman keamanan data dalam perusahaan hanyan berasal dari luar, tetapim pada kenyataannya, ada pihak internal perusahaan yang bisa mengancam keamanan, yaitu karyawan, mereka pada umumnya mempunyai akses informasi yang istimewa, karena kesalahan memasukkan data dan prosedur keamanan internal yang buruk dalam perusahaan, mereka dapat menjelajahi sistem perusahaan tanpa meninggalkan jejak.

Kamis, 18 Oktober 2012

Simbol - simbol dasar Flowchart


Simbol-simbol Dasar Flowchart

FLOWCHART adalah bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma.
Tujuan Membuat Flowchat :
•     -Menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah
•     -Secara sederhana, terurai, rapi dan jelas
•     -Menggunakan simbol-simbol standar 
jjj  
Simbol-simbol yang di pakai dalam flowchart dibagi menjadi 3 kelompok :
 
1) Flow direction symbols
      – Digunakan untuk menghubungkan simbol satu dengan yang lain
       – Disebut juga connecting line
2) Processing symbols
- Menunjukan jenis operasi pengolahan dalam suatu proses /
prosedur
3) Input / Output symbols
- Menunjukkan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input
atau output. 









Pengertian DFD beserta gambarnya


Data Flow Diagram ( DFD ) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi – notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis, dalam arti lain juga merupakan pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. 




CONTOH DFD



Jumat, 05 Oktober 2012

Pengertian Informasi

Suatu informasi memiliki beberapa definisi. Pada laporan Tugas Akhir ini penulis akan menyebutkan beberapa definisi informasi, diantaranya yaitu:

Definisi Informasi menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf dan Rudi M. Tambunan adalah sebagai berikut “Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.”

Sedangkan menurut Ony Widilestariningtyas dan Dony Waluya Firdaus menyatakan informasi adalah sebagai berikut “Informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk untuk dimanipulasi sesuai dengan keputusan tertentu.”

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk atau dimanipulasikan sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.



sumber:
- Bodnar, George H. dan William S. Hopwood.2000.Sistem Informasi Akuntansi, terjemahan Amir Abadi Yusuf dan Rudi M. Tambunan, jilid satu, Jakarta: Penerbit Salemba Empat

- elib.unikom.ac.id/download.php?id=15447

Pengertian Sistem

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.


Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

Kamis, 04 Oktober 2012

Pengertian Akuntansi

Akuntansi secara umum memiliki beberapa pengertian. Penulis akan menguraikan definisi tersebut dari beberapa sumber, diantaranya yaitu:

Definisi Akuntansi menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf dan Rudi M.Tambunan adalah sebagai berikut “Akuntansi sebagai suatu sistem informasi, mengidentifikasikan, mengumpulkan dan mengkomunikasikan informasi ekonomik mengenai suatu badan usaha kepada beragam orang.”

Sedangkan menurut Ony Widilestariningtyas dan Dony Waluya Firdaus menyatakan akuntansi adalah sebagai berikut “Akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.”

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa akuntansi adalah suatu sistem informasi, mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

sumber:
- Bodnar, George H. dan William S. Hopwood.2000.Sistem Informasi Akuntansi, terjemahan Amir Abadi Yusuf dan Rudi M. Tambunan, jilid satu, Jakarta: Penerbit Salemba Empat


- elib.unikom.ac.id/download.php?id=15447

Pengertian SIA

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. SIA juga dapat berarti suatu komponen organisasi untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan mengkomunikasikan informasi keuangan dan pengambilan keputusan bagi pihak perusahaan maupun pihak luar perusahaan.


Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
  • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  • Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
  • Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.
  • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan. menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
  • Sistem pelaporan manajemen. yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.